<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS MIS.MA Landbaw</title> 
				<description> Selamat datang di website resmi MIS.MA Landbaw</description>
				<link>https://www.mismalandbaw.sch.id</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Pembukaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)  MIS Mathlaul Anwar Landbaw Tahun Ajaran 2026/2027</title>
						                <link>https://mismalandbaw.sch.id/berita/detail/pembukaan-sistem-penerimaan-murid-baru-spmb--mis-mathlaul-anwar-landbaw-tahun-ajaran-20262027</link>
						                <description>PENGUMUMAN RESMI

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)

MIS Mathla’ul Anwar Landbaw

Tahun Ajaran 2026/2027

Dalam rangka meningkatkan mutu layanan pendidikan dasar yang terpadu antara kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan keterampilan abad 21, MIS Mathla’ul Anwar Landbaw dengan ini mengumumkan bahwa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027 telah resmi dibuka.
Pembukaan ini menjadi wujud komitmen madrasah untuk melahirkan generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, serta mampu bersaing di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi luhur.

"Pendidikan adalah jembatan menuju masa depan. Tidak ada impian yang terlalu besar bagi anak yang berani belajar dan mencoba. MIS Mathla’ul Anwar Landbaw hadir untuk menemani setiap langkah kecil Anda menuju kesuksesan besar."

"Bergabunglah bersama lingkungan belajar yang memadukan teknologi, nilai religius, dan kreativitas. Jadilah generasi yang tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi mampu menciptakan perubahan positif bagi masa depan."

Jadwal Pendaftaran Peserta Didik Baru


	Gelombang I
	12 Januari – 28 Februari 2026
	Gelombang II
	1 Maret – 30 Mei 2026


Pendaftaran dilakukan secara langsung melalui madrasah atau melalui informasi resmi yang tersedia di laman digital madrasah.

Persyaratan Administratif Pendaftaran

Calon peserta didik wajib melengkapi dokumen sebagai berikut:


	Mengisi Formulir Pendaftaran (disediakan oleh panitia SPMB).
	Melampirkan Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran (asli dan fotokopi).
	Menyerahkan fotokopi KK dan Akta Anak sebanyak 2 lembar.
	Melampirkan fotokopi KIP, KIA, atau PKH (jika ada).
	Seluruh berkas dimasukkan ke dalam map warna merah.
	Mengikuti sesi verifikasi data dan pengukuran kemampuan awal peserta didik (diagnostic test).


Program Unggulan Madrasah

Untuk menjamin mutu pendidikan yang lebih maju dan relevan dengan kebutuhan perkembangan zaman, MIS Mathla’ul Anwar Landbaw menyediakan berbagai program unggulan berikut:

1. Program Tahfidz Qur&#39;an Terpadu

Madrasah menerapkan sistem hafalan Al-Qur’an dengan metode talaqqi–tahsin–tahfidz.


	Target minimal hafalan lulusan: 2–3 juz
	Pembimbing: Guru Tahfidz bersertifikat
	Kegiatan: Tahfidz harian, setor hafalan, tasmi’, dan pembinaan karakter Qur’ani.


2. Kelas Digital Learning (Berbasis Teknologi)

Pembelajaran menggunakan perangkat digital seperti laptop/Chromebook.


	Akses E-learning Madrasah
	Pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning)
	Penguatan literasi digital dan keamanan siber dasar
	Pembelajaran interaktif berbasis multimedia


3. Program Pembinaan Akhlak dan Karakter

Madrasah menerapkan pendidikan karakter Islami melalui:


	Pembiasaan salat berjamaah
	Kultum harian
	Kegiatan Jumat Religi
	Adab sehari-hari (masuk kelas, berpakaian, sopan santun)


4. Penguatan Literasi dan Numerasi

Program untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, berhitung, dan berpikir kritis.
Termasuk pelatihan olimpiade dan kompetisi akademik lainnya.

5. Pembinaan Prestasi

Madrasah aktif membina siswa untuk mengikuti kompetisi tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi, pada bidang:


	Sains
	Bahasa
	Olahraga
	Seni dan budaya
	Kepramukaan
	Hafalan Qur’an


6. Madrasah Ramah Anak dan Inklusif

Menjamin lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan psikologis peserta didik.


	Zero bullying
	Pola komunikasi edukatif
	Pelayanan konseling dasar
	Fasilitas pembelajaran inklusif
	 


Program Ekstrakurikuler

Madrasah menyediakan kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan potensi, minat, dan bakat peserta didik, antara lain:


	Tahfidz Center
	Pramuka
	Seni Tari
	Karate
	Pencak Silat
	Hadroh
	Futsal
	Renang
	Atletik
	Bulu Tangkis
	Bola Voli
	Content Creator & Multimedia Dasar


Setiap kegiatan dibimbing oleh pelatih kompeten untuk memastikan siswa memperoleh keahlian yang maksimal.

Informasi dan Layanan Pendaftaran

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses:


	Website Resmi : www.mismalandbaw.sch.id



	Kontak Resmi : +62 851-8916-9358
	Alamat Madrasah : Jl. Mess Pemda Pekon Landbaw


Panitia SPMB siap memberikan pendampingan dan informasi lengkap mengenai proses penerimaan, verifikasi berkas, serta layanan konsultasi terkait pendidikan di MIS Mathla’ul Anwar Landbaw.

listrik69

zonatoto

paris77
</description>
					                </item><item>
						                <title>Para Penjaga Pelita Oleh Sundusiah</title>
						                <link>https://mismalandbaw.sch.id/berita/detail/para-penjaga-pelita-oleh-sundusiah</link>
						                <description>Ibu Pendidik Utama

Dalam perjalanan saya berkeliling dari satu madrasah ke madrasah lain, ada satu pemandangan yang selalu membuat saya tersentuh: senyum seorang guru perempuan yang tetap hangat meski ia mungkin baru saja berjibaku dengan urusan dapur dan tangisan anaknya di rumah. Di momen Hari Ibu 2025 ini, saya ingin mengajak kita semua merefleksikan kembali makna "Ibu" bukan hanya sebagai sebutan keluarga, melainkan sebagai sebuah institusi pendidikan yang paling murni.

Ada sebuah pepatah Arab yang sangat masyhur, "Al-Ummu madrasatul ula", artinya Ibu adalah sekolah pertama. Kalimat ini bukan sekadar kiasan. Bagi seorang anak, ibu adalah kurikulum kehidupan yang pertama mereka baca. Dari ibulah seorang anak belajar tentang kejujuran, kasih sayang, hingga cara bersujud kepada Sang Pencipta. Jika fondasi di "madrasah pertama" ini kokoh, maka tugas kami di madrasah formal akan menjadi jauh lebih ringan.

 

Perjuangan Dua Sisi 

Sebagai pengawas, saya sering menyaksikan betapa luar biasanya dedikasi para ibu yang juga menjadi guru madrasah. Saya melihat mereka datang pagi-pagi sekali, membawa tas berisi tumpukan buku tugas murid, sementara di kepalanya masih tersimpan daftar belanjaan dan jadwal imunisasi anaknya dan berbagai persoalan rumah btangga lainnya. 

Mereka adalah pahlawan yang menjahit dua dunia. Di madrasah, mereka adalah ibu bagi ratusan murid, mendengarkan keluh kesah anak- anak yang sedang mencari jati diri, dan menanamkan akhlakul karimah dengan penuh ketelatenan. Di rumah, mereka kembali menjadi pelita bagi keluarga. Tidak jarang, energi mereka terkuras habis, namun mereka tetap memilih untuk bertahan dalam pengabdian ini karena mereka tahu: mendidik adalah investasi akhirat.

 

Menghargai Para Pendidik

Esensi Hari Ibu tahun 2025 ini seharusnya menjadi momentum bagi kita untuk lebih "memanusiakan" para ibu pendidik ini. Kita tidak boleh membiarkan mereka berjuang sendirian di bawah beban ekspektasi yang tumpang tindih.

Menghargai mereka berarti memberikan dukungan sistem yang baik di madrasah. Menghargai mereka berarti memberikan ruang bagi mereka untuk tetap bertumbuh secara profesional tanpa melupakan kebahagiaan pribadinya. Sebagai pengawas, saya belajar bahwa keberhasilan sebuah madrasah seringkali ditentukan oleh kesejahteraan batin para ibu guru yang mengajar di dalamnya. Jika hati seorang ibu guru bahagia, maka suasana belajar di kelas pun akan terasa seperti di rumah sendiri.

 

Doa untuk Para Guru

Hari Ibu bukan sekadar perayaan setahun sekali dengan pemberian kado atau ucapan di grup percakapan. Makna sejatinya adalah pengakuan tulus atas lelah yang tak pernah mereka keluhkan.

Untuk para ibu di rumah, terima kasih telah menjadi madrasah terbaik bagi anak-anak kita. Dan secara khusus untuk para ibu guru di madrasah se-Indonesia, terima kasih telah menjadi ibu kedua bagi generasi bangsa. Keikhlasan Anda dalam mengajarkan alif, ba, ta, serta nilai-nilai kebaikan adalah amal jariyah yang takkan pernah putus.

Mari kita rayakan Hari Ibu dengan komitmen untuk terus memuliakan mereka, setiap hari, di setiap langkah pengabdian kita.

 

“ Selamat Hari Guru untuk semua  penjaga pelita, semoga lelahmu  tercatat menjadi ibadah dihadapan Allah SWT ”
</description>
					                </item><item>
						                <title>Pesan Pengawas di Hari Guru Nasional 2025 Oleh: Dr SUNDUSIAH,M.Pd.I</title>
						                <link>https://mismalandbaw.sch.id/berita/detail/pesan-pengawas-di-hari-guru-nasional-2025-oleh-dr-sundusiahmpdi</link>
						                <description>Kepada guru-guru Madrasahku Tercinta,

Assalamu&#39;alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Pada hari yang penuh makna ini, Hari Guru Nasional, izinkan saya, Sundusiah pengawas madrasah, menyampaikan rasa syukur dan hormat yang sedalam-dalamnya atas dedikasi dan pengabdian yang tak pernah lekang dari hati dan jiwa Bapak/Ibu  guru sekalian.

Tahun 2025 kembali membawa kita pada momen refleksi dan perayaan. Refleksi atas tantangan yang telah kita hadapi bersama, dan perayaan atas keberhasilan-keberhasilan yang telah kita ukir, sekecil apa pun itu. Jangan pernah merasa berkecil hati atas pencapaian yang dianggap remeh dan seolah tidak berdampak. Khususnya di lingkungan madrasah, tugas kita memiliki dimensi yang unik dan luhur. Kita tidak hanya bertugas mencerdaskan akal, tetapi juga membentuk karakter dan memperkuat iman. Kita adalah pelukis masa depan yang gambarnya adalah potret utuh anak bangsa yang berilmu dan  berakhlak mulia.

Saya secara pribadi mohon maaf jika selama melakukan pendampingan di Madrasah begitu banyak ketidak sempurnaan yang saya lakukan, itulah batas kemampuan saya. Namun saya berharap semoga bapak dan ibu guru tetap istiomah menjalankan tugas mulia ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan keikhlasan. 

Pada hari yang berbahagia ini izinkan saya memberikan beberapa pengingat untuk kita bersama: 

1. Jadilah Teladan di Era Perubahan

Dunia terus bergerak dengan kecepatan yang menuntut adaptasi. Era digital, perkembangan ilmu pengetahuan, hingga perubahan sosial yang cepat, semuanya menuntut Bapak/Ibu guru untuk tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga fasilitator, motivator, dan yang terpenting Adalah menjadi teladan.

Tantangan kita hari ini bukanlah sebatas menyampaikan kurikulum, melainkan bagaimana menanamkan nilai-nilai keislaman, moderasi beragama, dan karakter kebangsaan di tengah gempuran informasi dan arus budaya global. Bapak/Ibu adalah benteng moral, sebagaimana yang tertuang pada lagu hymne Madrasah, Dimana setiap guru memastikan setiap peserta didik memiliki kompas yang kuat, yaitu akhlakul karimah, dalam menavigasi kehidupan yang kompleks ini.

2. Lakukan Kolaborasi dan Inovasi 

Di Hari Guru ini, saya ingin mengajak Bapak/Ibu untuk terus memupuk semangat kolaborasi dan inovasi.

Melakukan kolaborasi, dengan memperkuat ikatan antar-guru, antar-madrasah, dan dengan orang tua/wali murid. Kita adalah sebuah sistem, dan kekuatan kita terletak pada sinergi. Saling berbagi praktik baik, saling menguatkan saat menghadapi kesulitan, dan bersama-sama merancang program yang terbaik untuk peserta didik.

Melakukan Inovasi, jangan pernah berhenti belajar dan menciptakan kreativitas dan inovasi  dalam pendidikan. Peringatan Hari Guru ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi diri. Pelajari metode pengajaran terbaru, manfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, serta tanamkan rasa ingin tahu yang besar pada diri peserta didik. Ingatlah bahwa “ Guru yang berhenti belajar pada hakikatnya adalah guru yang berhenti mendidik”.

3. Jagalah Semangat Keikhlasan

Bapak/Ibu guru yang saya hormati,

Pekerjaan kita seringkali jauh dari sorotan publik, dan mungkin tidak selalu berbanding lurus dengan materi yang didapatkan. Namun, di setiap tetes keringat, di setiap kesabaran dan keikhlasan bapak/ibu  menghadapi kenakalan anak-anak, dan di setiap senyum yang Bapak/Ibu berikan, terdapat nilai ibadah yang tak terhingga.

Saya memohon, jagalah selalu semangat keikhlasan dalam mengajar. Niatkan setiap pengajaran sebagai amal jariyah. Insya Allah, balasan yang sesungguhnya telah menanti di sisi Allah SWT. Keikhlasan itu yang akan menjaga hati Bapak/Ibu dari rasa lelah dan kecewa, menjadikannya sumber energi tak terbatas untuk terus berkarya.

Terakhir, saya ucapkan Selamat Hari Guru Nasional 2025, 

“Guru Hebat Indonesia Kuat”.

Terima kasih telah memilih profesi mulia ini, teruslah menjadi pelita yang menerangi, inspirasi yang menggerakkan, dan penanam budi pekerti yang sejati.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, dan kekuatan kepada kita semua.

Wassalamu&#39;alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hormat saya,

Sundusiah ( Pengawas Madrasah )
</description>
					                </item><item>
						                <title>Kurikulum Berbasis Cinta Merajut Kembali Nurani Pendidikan Kita Oleh: Sundusiah</title>
						                <link>https://mismalandbaw.sch.id/berita/detail/kurikulum-berbasis-cinta-merajut-kembali-nurani-pendidikan-kita-oleh-sundusiah</link>
						                <description>Pendidikan bukanlah sekadar transfer pengetahuan, melainkan penanaman nilai dan pembentukan karakter. Di tengah pusaran disrupsi teknologi, polarisasi sosial, dan krisis kemanusiaan yang mengancam sendi-sendi peradaban, Kementerian Agama (Kemenag) mengambil langkah monumental dengan meluncurkan sebuah paradigma baru: Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). 

            Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) adalah sebuah kerangka pendidikan transformatif yang menanamkan nilai-nilai kasih sayang, harmoni, toleransi, dan peradaban yang berlandaskan sikap saling mencintai sebagai prinsip dasar dalam kehidupan dan proses pembelajaran.

Paradigma kurikulum berbasis cinta ini  bukan sekadar revisi dokumen, melainkan sebuah gerakan nilai yang dirancang untuk merajut kembali nurani pendidikan kita.

Mengapa Cinta? Fondasi Pendidikan Humanis

            Di Indonesia negeri   kita tercinta saat ini sedang tumbuh  subur   isu-isu intoleran di Tengah Masyarakat,  dan di instansi pendidikan juga sedang marak terjadi isu minor seperti “Perundungan” 

Dalam beberapa kesempatan Menteri Agama Nasarudin Umar telah menanggapi fenomena dehumanisasi. Menag berprinsip bahwa humanity is only one (Rani, 2024, Yaputra, 2024) sehingga peran pemberdayaan umat di fokuskan pada basis kemanusiaan dan harmoni kehidupan yang keduanya dieratkan oleh dasar cinta. Dalam konteks ini menag manggagas Kurikulum berbasis cinta sebagai tawaran solusinya.

Paradigma pendidikan yang didominasi oleh orientasi kognitif dan legalistik seringkali menghasilkan individu yang cerdas secara akal, namun kering secara empati. Kurikulum Berbasis Cinta hadir sebagai koreksi. Cinta, dalam konteks ini, adalah al-mahabbah, yakni prinsip dasar yang melandasi seluruh ajaran agama dan nilai kemanusiaan universal.

 

Panca Cinta sebagai pilar utama pembentukan karakter:


	Cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa:  Merupakan fondasi spiritual dan akhlak mulia; peserta didik menyadari keberadaan dan kasih sayang Ilahi dan meneladani akhlak Nabi serta menumbuhkan spiritualitas mendalam dan kesalehan universal.
	Cinta kepada Diri dan Sesama:  Menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat, menghargai pengetahuan sebagai cahaya peradaban, menghormati ahli ilmu, dan mencari ilmu sebagai ibadah. Selain itu membangun harga diri yang sehat dan sikap toleran, inklusif, serta anti-diskriminasi.
	Cinta kepada Ilmu Pengetahuan: Menghargai potensi dan menjaga diri, serta membina hubungan sosial yang positif, empatik, dan penuh kasih serta mendorong semangat literasi, objektivitas, dan pemikiran kritis.
	Cinta kepada Lingkungan: Menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap bumi dan makhluk hidup sebagai bagian dari kesatuan cinta Tuhan, melatih tanggung jawab ekologis dan kelestarian alam, serta  gaya hidup berkelanjutan. 
	Cinta kepada Bangsa dan Negeri: Membangun kesadaran kebangsaan, menghargai keberagaman Indonesia, dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila serta memperkuat nasionalisme, komitmen kebangsaan dalam bingkai Moderasi Beragama.


KBC adalah ikhtiar untuk melahirkan generasi yang humanis, nasionalis, naturalis, dan toleran. Mereka tidak hanya tahu tentang agama, tetapi menghidupkan roh agama, yakni kasih sayang.

Lingkungan Belajar: Ruang Menumbuhkan Cinta

Salah satu tugas madrasah Adalah menciptakan ekosistem pendidikan yang melampaui transfer pengetahuan, menempatkan nilai-nilai kasih sayang, penerimaan, dan kepedulian sebagai fondasi utama. Hal ini adalah upaya holistik untuk menjadikan sekolah, rumah, dan setiap ruang interaksi sebagai taman yang subur tempat benih-benih cinta dapat disemai dan dirawat dengan menciptakan ruang belajar yang:


	Aman: Bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan intimidasi; peserta didik merasa terlindungi secara fisik dan psikologis. 
	Nyaman: Lingkungan fisik dan sosial yang menyenangkan, penuh dengan pembiasaan positif dan perhatian, serta tidak menekan atau membebani secara berlebihan. 
	Ramah: Semua warga belajar saling menyapa, saling memberi tauladan, terbuka, dan penuh respek, membentuk relasi positif antarguru, siswa, orang tua, dan seluruh warga sekolah/madrasah. 
	Menyenangkan: Pembelajaran dirancang menarik, menggugah rasa ingin tahu, kreatif, dan penuh kegembiraan. 
	Sejahtera: Pemenuhan kebutuhan dasar psikososial dan keseimbangan hidup, baik untuk siswa maupun guru dan seluruh warga sekolah/madrasah.


Peran Strategis  "Kurikulum  Menjadi Bergerak"

Keberhasilan KBC tidak terletak pada buku panduan yang tercetak, melainkan pada bagaimana kurikulum ini dihidupkan di ruang-ruang kelas kita di Sekolah/Madrasah, maka   Di sinilah peran strategis para guru menjadi sangat krusial.

Pertama, Perubahan Paradigma Diri

Kita harus menjadi role model dari KBC, meninggalkan pendekatan pembelajaran  yang instruksional dan legalistik. Menggantinya dengan pembelajaran  yang empatik, membimbing, dan kolaboratif, serta pendekatan pembelajaran kita harus dilandasi oleh cinta dan kepercayaan kepada guru.

Kedua, Melakukan Implementasi yang Holistik.

Guru dapat  mengintegrasikan nilai Panca Cinta ke dalam setiap mata pelajaran, bukan hanya Pendidikan Agama, tetapi juga pada mata Pelajaran yang lain.  Dalam mata Pelajaran matematika misalnya, ajarkan kejujuran dan ketelitian sebagai refleksi cinta pada kebenaran. Dalam Pelajaran  sains, tumbuhkan kekaguman pada alam sebagai bentuk cinta pada lingkungan, sehingga muncul ikhtiar untuk selalu merawat dan menjaga kelestariannya.

Ketiga,  Mengatasi Resistensi Kultural

Kita menyadari, paradigma "cinta" mungkin dianggap "terlalu lembut" atau "tidak realistis" oleh sebagian pihak, maka tugas kita adalah meyakinkan bahwa cinta adalah kekuatan terbesar untuk menggerakkan hati seseorang untuk menjadi patuh dan taat. Cinta adalah dasar kedisiplinan yang tulus, bukan paksaan, cinta adalah fondasi dari pendidikan yang ramah anak dan anti-kekerasan.

 

 

Penutup

Membangun Madrasah Penuh Cinta

Peluncuran Kurikulum Berbasis Cinta oleh Kementerian Agama adalah terobosan monumental yang relevan di era ini. Hal ini juga menjadi  peluang emas untuk mewujudkan madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan sebagai benteng moral bangsa, tempat di mana hati diasah seiring dengan akal.

Pastikan KBC tidak hanya menjadi wacana di meja birokrasi, tetapi menjadi ruh yang menggerakkan setiap langkah pembelajaran. Dengan menjadikan cinta sebagai prinsip dasar,  akan melahirkan generasi yang kokoh dalam keimanan, lembut dalam sikap, dan tangguh dalam kebersamaan.  Membangun madrasah yang penuh cinta berarti: Guru yang Hadir sepenuh hati, Siswa yang Bahagia dalam Belajar, dan komunitas yang Solid di Madrasah.

Mari ciptakan  semangat baru, jadikan setiap sudut madrasah kita sebagai taman surga kecil yang memancarkan kehangatan, toleransi, dan inspirasi. Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah madrasah tidak hanya diukur dari nilai rapor, tetapi dari seberapa besar cinta yang mampu kita tanamkan di hati para generasi penerus bangsa.

 

Jalan-jalan kepantai pandawa

Jangan lupa memakai kacamata

Kurikulum  cinta sungguh berharga

Membuat siswa belajar lebih Bahagia

 

Penulis : Dr.Sundusiah,M.pd.I
</description>
					                </item><item>
						                <title>MIS. MATHLAUL ANWAR LANDBAW MENDAPAT PREDIKAT SANGAT BAIK DALAM PKKM TAHUN 2025.</title>
						                <link>https://mismalandbaw.sch.id/berita/detail/mis-mathlaul-anwar-landbaw-mendapat-predikat-sangat-baik-dalam-pkkm-tahun-2025</link>
						                <description>MIS. Mathla’ul Anwar Landbaw telah sukses melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun ke-4 yang bertempat di Aula madrasah pada Selasa, 11 November 2025.

Penilaian Kinerja Kepala Madrasah yamg merupakan Penilaian Tahunan bertujuan meningkatkan kompetensi kepala madrasah, menghasilkan informasi untuk perbaikan dan pengembangan berkelanjutan, serta menjadi dasar untuk pengambilan keputusan, promosi, dan penghargaan bagi kepala madrasah.

PKKM juga dapat dijadikan sebagai data dan informasi yang dibutuhkan oleh Kementerian Agama atau yayasan untuk menentukan kebijakan dan pembinaan yang tepat untuk meningkatkan mutu Pendidikan di madrasah untuk lebih baik.

Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun ke-4 kali ini dinilai langsung oleh Tim Asesor dari Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus yang terdiri dari Bapak H. Musannip, S.Ag., M.Pd.I, Bapak  Rudefyen, S.Pd., M.Pd , Ibu Naviza, S.Ag., M.Pd.I , Bapak Setyo Riadi, S.Pd.

Acara yang di mulai Pukul 08.00 WIB diikuti oleh semua Pendidik dan Tenaga Kependidikan MIS. Mathla’aul Anwar Landbaw . Acara tersebut diawali dengan acara pembukaan dan presentasi dari Kepala Madrasah Bapak H. Ahmad Ma’rus, S.Pd.I.

Bapak H. Ahmad Ma’rus, S.Pd.I memaparkan visi misi sekolah dan juga keberhasilan-keberhasilan sebagai kepala madrasah selama periode Tahun 2025 yang meliputi 5 unsur utama penilaian yaitu pengembangan madrasah, pelaksanaan tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan,  supervisi kepada guru serta tenaga kependidikan dan hasil kinerja kepala madrasah.

Kepala madrasah juga memaparkan hasil survey angket layanan sekolah untuk orang tua murid atas pengelolaan madrasah dengan jumlah responden 425 orang. Adapun rincian hasil survey sebagai berikut yang memberikan penilaian sangat baik 23 %, katagori baik 60 %, Katagori cukup baik 15 % dan katagori sangat kurang 2 %.

Tentunya banyak kemajuan yang telah dicapai diperiode tahun 2025 yang semua terangkum dalam dokumen yang disiapkan oleh tim PKKM madrasah yang diketuai Wakil Kepala Madrasah  Bidang Kurikulum Bapak Lukman Hakim, S,Pd.I.

Tim penilai secara seksama memeriksa setiap dokumen yang telah disiapkan, tentunya ada catatan-catatan penting untuk perbaikan kedepannya. Lebih lanjut Tim penilai memberi apresiasi atas usaha-usaha yang dikembangkan untuk kemajuan madrasah.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan hasil penilaian oleh Tim penilai kepada Kepala madrasah. Adapun hasil penilaian dari Tim penilai dengan skor nilai 95,78 dengan predikat sangat baik .

Semoga dengan hasil penilaian ini dapat memberi dampak positif terhadap mutu Pendidikan di MIS.Mathla’ul Anwar landbaw dan kepercayaan Masyarakat terhadap madrasah semakin meningkat. 
</description>
					                </item><item>
						                <title>KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK DAN IMPLEMENTASINYA</title>
						                <link>https://mismalandbaw.sch.id/berita/detail/konsep-pendidikan-karakter-pada-anak-dan-implementasinya</link>
						                <description>KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK DAN IMPLEMENTASINYA

Dalam dunia pendidikan tidak terlepas dari keberadaan seorang pendidik, baik di keluarga, disekolah maupun di masyarakat. Hal tersebut dikarenakan seorang pendidik memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pendidikan. Guru tidak hanya yang mengajar di sekolah saja. Tetapi setiap individu yang mengajarkan sesuatu yang belum kita ketahui dapat kita sebut sebagai guru. Guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter seorang anak. Dalam hal inii tentunya banyak aspek yang mempengaruhinya. 

Pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan mana yang salah dan mana yang benar, mana yang bisa dilakukan dan mana yang tidak. Pendidikan karakter yang paling utama adalah menanamkan pembiasaan tentang hal yang baik, tentang konsep benar dan salah sehingga anak menjadi faham dalam aspek kognitif, tertanam dalam hati dan perasaan dalam aspek afektif dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam aspek psikomotor.

Pengertian Karakter

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, karakter berarti sifat-sifat kejiwaan akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Karakter dapat dimaknai dengan keadaan asli yang ada dalam diri individu seseorang yang membedakan dirinya dengan orang lain.

karakter itu beda dengan watak. Watak adalah sifat bawaan yang cenderung menetap. Contoh watak seperti mudah marah, pemalu, supel/pandai bergaul dan sebagainya. Sedangkan karakter adalah hasil ukiran dari watak melalui proses pengalaman, pendidikan dan nilai-nilai moral yang diajarkan. Contoh karakter adalah jujur, disiplin, berani, takut dan sebagainya.

Menurut Islam, karakter disebut juga dengan akhlak/khulq yang mencakup prilaku, etika, sikap dan  moral seseorang yang berpedoman pada Al-qur’an dan Hadits yang mencakup karakter mulia (akhlaqul karimah) maupun akhlak tecela (akhlaqul madzmumah).

Kapan pendidikan karakter mulai diajarkan ?

Konsep pendidikan karakter mulai diajarkan kepada anak ketika anak sebagai individu yang baru lahir sudah mulai megenal orang lain, dimulai dari orang-orang yang ada disekitarnya. Tentunya ayah, ibu, kakak, kakek, nenek dan mungkin ada orang lain disekitarnya. Hal ini dikarenakan secara ruhaniyah, keturunan merupakan suatu faktor kuat yang dapat mempengaruhi karakter anak. Karena anak-anak akan berprilaku meyerupai orang terdekatnya.  

Ragam metode implementasi pendidikan karakter

Menanamkan pembiasaan baik itu tidaklah mudah, tentunya memerlukan waktu yang lama. Dalam menanamkan kebiasaan baik tidak cukup dengan kata-kata, tapi harus disertai dengan contoh prilaku yang dapat anak lihat lalu ditiru.

Dalam agama Islam, pendidikan karakter itu sangat penting, karena dengan pembiasaan itulah diharapkan anak dapat senantiasa mengamalkan ajaran agamanya. Pendidikan karakter disini menekankan pada pembiasaan anak mengamalkan ajaran agamanya secara individu maupun secara kelompok dalam kehidupan sehari-hari.

Ada beberapa ragam cara/metode mengajarkan pendidikan karakter pada anak, diantaranya adalah Pembiasaan. Pembiasaan adalah sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang agar nantinya menjadi suatu kebiasaan. Pembiasaan itu dimulai dari kecil. Pembiasaan itu adalah suatu aktivitas yang akan menjadi milik anak tersebut dikemudian hari. Sebagai contoh pembiasaan seperti yang Rasulullah SAW ajarkan kepara orang tua/pendidik agar mengajarkan kepada anaknya tentang shalat. “Suruhlah anak-anak kalian melaksanakan shalat dalam usia tujuh tahun, dan pukullah mereka apabila mereka meninggalkannya ketika mereka berumur sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka “ (HR. Abu Dawud).

Contoh-contoh pembiasaan seperti tersebut harus terprogram oleh seorang pendidik, agar kedepannya tidak perlu lagi diingatkan untuk melakukan hal kebaikan tersebut.

Selain dengan pembiasaan, pendidikan karakter juga dapat dilakukan dengan hiwar (percakapan). Sharing berbagi nasihat antara anak dengan pendidik, dengan qiswah (cerita) yang terjadi disekitar, dengan uswah (keteladanan), dengan mau’idah (nasihat) kebaikan, dan dengan targhib wa tarhib (menceritakan tentang janji dan ancaman) dalam hal ini adalah janji dan ancaman Allah terhadap hambanya yang meninggalkan kebiasaan yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah Swt.

Sebagai inti dari pendidikan karakter adalah membentuk pribadi yang berakhlak yang baik, menjadi manusia yang benar menuju kesempurnaan iman. Hal tersebut seperti sabda Rasulullah SAW “kaum muslimin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya diantara mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Wallahua’lam bisshowab

 

Penulis : YUSMIATI,S.Pd.I
</description>
					                </item><item>
						                <title>Membangun Generasi Religius, Ceria, dan Berprestasi untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045</title>
						                <link>https://mismalandbaw.sch.id/berita/detail/membangun-generasi-religius-ceria-dan-berprestasi-untuk-menyongsong-indonesia-emas-2045</link>
						                <description>Landbaw, Tanggamus — Arus globalisasi dan kemajuan teknologi berkembang semakin pesat , tantangan di dunia Pendidikan tidak lagi sama dengan masa-masa generasi  lalu. Lembaga Pendidikan khususnya madrasah harus mampu hadir dengan mengikuti perkembangan zaman tanpa melupakan kekhasan dan karakter madrasah. Sebagai bentuk aksi nyata bahwa madrasah tidak phobia dengan perubahan maka madrasah siap mengambil peran dalam setiap perubahan. Dalam hal ini MIS Mathla’ul Anwar Landbaw terus meneguhkan langkahnya sebagai madrasah yang religius, ceria, ramah anak,  berakhlak mulia dan berprestasi, sekaligus mampu mencetak generasi yang siap bersaing di era modern menuju Indonesia Emas 2045.

Madrasah ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan Islam bukan hanya tempat menanamkan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk berkembang secara utuh — spiritual, intelektual, emosional, dan sosial. Dengan semangat "Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia", seluruh warga madrasah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang penuh kasih sayang, kebahagiaan, bermakna dan menjadikan semua siswa adalah juara.

Setiap pagi, suasana religius terasa hangat ketika seluruh siswa bersama guru memulai hari dengan doa bersama, tadarus Al-Qur’an, dan shalat Dhuha berjamaah. Terdapat pula kegiatan Mingguan yang diberi nama “Jum’at Religi “ dengan mengambil konsep Mini Pengajian , yang dalam pelaksanaan semua tugas diberikan kepada murid secara bergantian mulai dari MC (pembawa acara), Pembacaan Al qur’an, Pembacaan Sholawat, Pembacaan Asma’ul Husna, Petugas Kultum dan pembacaan do’a. Kegiatan ini dalam rangka membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan cinta ibadah yang menjadi fondasi utama akhlakul karimah.

Selain aktifitas keagamaan , Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar Landbaw juga mengembangkan kegiatan unggulan diantaranya Tahfidz Center, Pramuka, ekskul Seni, ekskul olahraga dan Kelas Olimpiade MIPA yang menjadi wadah para murid untuk berproses menampilkan potensi masing-masing. 

Ini sebagai wujud bahwa pendidikan di MIS Mathla’ul Anwar Landbaw tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan kecakapan hidup di era digital.

Untuk mendukung hal tersebut, madrasah menerapkan konsep Sekolah Ramah Anak — di mana setiap peserta didik merasa aman, diterima, dan dihargai. Guru berperan sebagai pendamping yang sabar dan inspiratif, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, bebas tekanan, dan penuh semangat.

Kegiatan pembelajaran pun dikemas dengan pendekatan kreatif dan kolaboratif. Siswa diajak aktif dalam projek sains sederhana, lomba literasi, seni islami, dan pelatihan ICT dasar, agar mereka terbiasa berpikir kritis, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi secara bijak.

Tak hanya itu, madrasah juga menumbuhkan kepedulian sosial melalui berbagai program seperti “Jumat Berbagi”, “Madrasah Bersih dan Hijau”, serta “Gerakan Senyum, Salam, dan Sapa” yang menanamkan nilai empati, gotong royong, dan kebahagiaan dalam kebersamaan.

MIS. Mathl’aul Anwar Landbaw mempunyai cita-cita luhur yaitu anak-anak kelak menjadi generasi Qur’ani yang cerdas dan berkarakter yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai pelajar madrasah yang santun, kreatif, dan beriman.

Sebagaia Calon Pemimpin masa depan mereka harus tumbuh dengan hati yang bersih, pikiran yang terbuka, dan kemampuan yang unggul agar siap menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045. 

Semoga MIS Mathla’ul Anwar Landbaw dapat terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang menginspirasi. Madrasah yang mampu membuktikan bahwa iman dan ilmu dapat berjalan seiring, membentuk anak-anak yang berjiwa Qur’ani, berpikiran maju, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Disusun Oleh :  Bapak AHMAD MA’RUS,S.Pd.I (Kepala Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar Landbaw)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Bergerak dan Bersatu Menuju Indonesia Maju Dalam Spirit Sumpah Pemuda Oleh Dr. SUNDUSIAH,M.Pd</title>
						                <link>https://mismalandbaw.sch.id/berita/detail/bergerak-dan-bersatu-menuju-indonesia-maju-dalam-spirit-sumpah-pemuda-oleh-dr-sundusiahmpd</link>
						                <description>Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia mengenang kembali sebuah tonggak sejarah yang amat fundamental, yaitu  Hari Sumpah Pemuda. Peringatan ini bukan sekadar ritual seremonial, melainkan sebuah re-aktualisasi janji suci para pemuda-pemudi pada tahun 1928 untuk bersatu dalam satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung tinggi satu bahasa persatuan. Dalam kapasitas kita sebagai pendidik dan pengawas madrasah, momentum ini adalah kesempatan emas untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kepemimpinan kepada generasi muda, khususnya para santri dan siswa madrasah.

Peringatan hari sumpah pemuda ke-97 tahun 2025 ini mengusung tema sentral: "Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu." Tema ini bukan semata-mata rangkaian kata, melainkan sebuah seruan aksi yang mendalam dan kontekstual.

Kata "Bergerak" mengandung pesan bahwa pemuda tidak boleh berdiam diri di tengah tantangan zaman. Gerakan ini harus diwujudkan dalam kontribusi nyata, baik di ranah lokal madrasah maupun secara nasional. Ia menuntut inovasi, kreativitas, dan proaktivitas dalam menghadapi disrupsi teknologi, perubahan iklim, dan dinamika sosial. Bagi civitas madrasah, bergerak berarti aktif dalam memajukan kualitas pendidikan, memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, serta menjadi pelopor dalam isu-isu moderasi beragama dan lingkungan.

Sementara itu, frasa "Indonesia Bersatu" menegaskan bahwa setiap gerak langkah harus didasari oleh semangat persatuan. Kejayaan Indonesia di masa depan, terutama menuju cita-cita Indonesia Emas 2045,  hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas elemen bangsa. 

Tema ini secara gamblang mengingatkan bahwa perbedaan suku, agama, dan latar belakang yang ada di madrasah kita adalah aset kekuatan, bukan sumber perpecahan. Persatuan adalah modal utama untuk membangun bangsa yang maju, berdaya saing, dan berkeadaban.

Oleh karena itu, marilah kita jadikan momentum Sumpah Pemuda ini sebagai pengingat abadi: Perbedaan suku dan agama adalah takdir dan kekayaan kita. Jangan biarkan media sosial atau provokasi pihak tertentu merusak persaudaraan kita. Jadikanlah madrasah kita sebagai laboratorium persatuan, di mana setiap siswa dan guru mampu saling menghargai, membantu dalam kebaikan dan bergerak untuk kemajuan 

Esensi Abadi Sumpah Pemuda

Esensi Sumpah Pemuda adalah konsepsi fundamental mengenai ke-Indonesia-an. Ikrar tiga poin pada tahun 1928 telah mentransformasi perjuangan yang bersifat kedaerahan menjadi perjuangan yang terintegrasi secara nasional. Esensi ini melahirkan tiga pilar utama yang tak lekang dimakan waktu:


	Satu Tanah Air: Indonesia. Ini adalah pengakuan bahwa semua pemuda, dari Sabang hingga Merauke, dari berbagai suku bangsa, memiliki satu tempat tinggal dan tempat berjuang yang sama, yaitu Tanah Air Indonesia. Esensinya adalah Cinta Tanah Air sejati yang termanifestasi dalam kepedulian terhadap lingkungan, keberanian membela kedaulatan, dan komitmen membangun daerah masing-masing sebagai bagian integral dari NKRI.
	Satu Bangsa: Bangsa Indonesia. Ini adalah penegasan identitas kolektif. Meskipun terdiri dari ratusan suku dan bahasa lokal, secara politik dan kultural, kita adalah satu bangsa. Esensinya adalah Toleransi dan Persatuan (Ukhuwah Wathaniyah). Pemuda madrasah harus menjadi benteng terdepan dalam merawat kebinekaan, menolak intoleransi, dan menjunjung tinggi ukhuwah (persaudaraan) di atas segala perbedaan.
	Menjunjung Bahasa Persatuan: Bahasa Indonesia. Penggunaan satu bahasa nasional adalah alat perekat paling vital. Esensinya adalah Komunikasi dan Penghargaan terhadap Identitas Nasional. Di era digital, bahasa Indonesia tidak hanya sebagai alat komunikasi di ruang kelas, tetapi juga sebagai sarana penyebaran nilai-nilai positif dan melawan hoaks di ruang publik digital.


Sumpah Pemuda adalah manifestasi dari kemauan politik kolektif untuk membentuk identitas kebangsaan yang utuh, jauh melampaui sekat primordial.

Pesan Kunci Peringatan Sumpah Pemuda 2025

Peringatan Sumpah Pemuda 2025 membawa beberapa pesan kunci yang relevan untuk konteks kepengawasan madrasah dan pembangunan karakter generasi muda:


	Kolaborasi dan Karya Nyata. Sesuai temanya, pemuda-pemudi harus mengubah semangat persatuan menjadi kerja kolaboratif dan karya inovatif. Di madrasah, pesan ini berarti mendorong siswa dan guru untuk bekerja sama lintas disiplin ilmu, antar madrasah, atau bahkan dengan komunitas luar. Aksi nyata dalam bentuk proyek sosial, inovasi teknologi sederhana, atau kegiatan pelestarian budaya dan lingkungan adalah wujud "Bergerak" yang paling relevan. Jangan lagi menunggu lebih lama untuk bergerak dan berbuat demi kemajuan madrasah. 
	Integritas dan Etika Digital. Perjuangan pemuda hari ini bukan lagi melawan penjajah fisik, melainkan melawan tantangan kolonialisme baru berupa hoaks, ujaran kebencian, dan krisis moral di ruang digital. Pesan yang harus disampaikan adalah pentingnya integritas moral dan etika digital agar pemuda-pemudi dapat menggunakan teknologi secara bijak untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan, moderasi beragama, dan persatuan. Media sosial ibarat pisau bermata dua, satu sisi tajam dan sisi yang lainnya tumpul, artinya tergantung kita yang akan menggunakannya untuk kebaikan atau keburukan. 
	Pemimpin Masa Kini dan Masa Depan. Peringatan ini adalah pengingat bahwa pemuda adalah bukan hanya harapan, tetapi kekuatan masa kini. Pesannya adalah dorongan untuk berani mengambil inisiatif dan tanggung jawab kepemimpinan sejak dini. Tanamkan optimisme bahwa setiap siswa dan santri madrasah memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan yang cerdas, kompeten, berdaya saing, dan berkarakter akhlak mulia. 


Kesimpulan

Sumpah Pemuda 2025, dengan tema "Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu," adalah momentum untuk menggembleng generasi madrasah menjadi insan yang tidak hanya cerdas secara akademik dan agamis, tetapi juga kuat dalam karakter kebangsaan. Esensi persatuan dan cinta tanah air harus terus dihidupi dengan aksi nyata dan kolaborasi, agar cita-cita Indonesia maju, adil, makmur, dan disegani dunia dapat terwujud di tangan para pemuda-pemudi yang hari ini dididik di madrasah kita. 

“ Bergeraklah dengan ilmu, berkarakter dengan iman, dan bersatulah demi Indonesia”
</description>
					                </item><item>
						                <title>Kepala MIS Mathlaul Anwar Landbaw Hadiri Muswil ke-VI Mathlaul Anwar Lampung</title>
						                <link>https://mismalandbaw.sch.id/berita/detail/kepala-mis-mathlaul-anwar-landbaw-hadiri-muswil-kevi-mathlaul-anwar-lampung</link>
						                <description>Bandar Lampung, 25 Oktober 2025 — Suasana penuh kekhidmatan dan semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VI Mathla’ul Anwar Provinsi Lampung yang digelar di Ballroom Soeltan Luxe Hotel, Bandar Lampung, Sabtu (25/10/2025).

Dalam forum bergengsi lima tahunan ini, Kepala MIS Mathla’ul Anwar Landbaw, Bapak Ahmad Ma’rus, S.Pd.I, turut hadir mendampingi Ketua Yayasan Mathla’ul Anwar Landbaw, KH. Syamsul Hadi, M.Pd.I, sebagai bentuk komitmen dan dukungan nyata terhadap keberlangsungan organisasi Mathla’ul Anwar di tingkat wilayah.

Acara tersebut dihadiri oleh utusan Pengurus Daerah, Badan Otonom seperti GEMA, GEMAWATI, dan Muslimat Mathla’ul Anwar, serta perwakilan perguruan dan lembaga pendidikan Mathla’ul Anwar se-Provinsi Lampung. Kehadiran para tokoh dan delegasi dari berbagai daerah menjadikan Muswil kali ini sarat dengan semangat kebangkitan dan konsolidasi organisasi.

Salah satu agenda penting dalam Muswil ke-VI ini adalah pemilihan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Mathla’ul Anwar Provinsi Lampung periode 2025–2030. Setelah melalui proses musyawarah yang dinamis, Bapak H. Didi Mawardi, SP, M.Pd. terpilih secara resmi sebagai Ketua PW Mathla’ul Anwar Lampung yang baru.

Menanggapi hasil tersebut, Kepala MIS Mathla’ul Anwar Landbaw, Bapak Ahmad Ma’rus, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas amanah yang diterima Ketua terpilih.


“Musyawarah wilayah ini menjadi momentum strategis bagi Mathla’ul Anwar untuk bangkit dengan semangat iman, ilmu, dan amal. Kami berharap kepengurusan baru mampu menjalin kolaborasi erat dengan pemerintah daerah serta masyarakat, dalam rangka memperkuat sumber daya manusia melalui lembaga-lembaga pendidikan Mathla’ul Anwar,” ujarnya penuh harap.


Beliau juga menambahkan, bahwa ke depan Mathla’ul Anwar diharapkan semakin berperan aktif dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, religius, dan berdaya saing tinggi menuju Indonesia Emas 2045.

Muswil ke-VI Mathla’ul Anwar Lampung ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan menjadi momen konsolidasi visi dan komitmen bersama untuk membawa Mathla’ul Anwar semakin maju dan berkontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa.
</description>
					                </item><item>
						                <title>MIS. Mathlaul Anwar Landbaw meriahkan Festival Literasi Kabupaten Tanggamus 2025</title>
						                <link>https://mismalandbaw.sch.id/berita/detail/mis-mathlaul-anwar-landbaw-meriahkan-festival-literasi-kabupaten-tanggamus-2025</link>
						                <description>Serunya Festival Literasi Tanggamus! Siswa MIS Landbaw Raih Prestasi Gemilang!”

Guru dan Murid MIS Mathla’ul Anwar Landbaw Semarakkan Festival Literasi Kabupaten Tanggamus 2025

Dalam upaya menumbuhkan budaya literasi di kalangan pendidik dan peserta didik, guru dan murid MIS Mathla’ul Anwar Landbaw turut berpartisipasi aktif dalam Festival Literasi Kabupaten Tanggamus 2025. Kegiatan bergengsi ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanggamus dan berlangsung meriah di Rest Area Gisting, pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Festival Literasi yang mengusung semangat “Membaca, Menulis, dan Berkarya untuk Tanggamus Cerdas” tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan—mulai dari para pegiat literasi, komunitas baca, guru, siswa, hingga masyarakat umum yang antusias mendukung gerakan literasi di Bumi Begawi Jejama.

Beragam kegiatan menarik turut memeriahkan acara, antara lain pameran buku dari berbagai penerbit dan komunitas literasi, pentas seni literasi yang menampilkan kreativitas siswa, lomba mewarnai untuk tingkat SD/MI, serta talkshow inspiratif bersama Bunda Literasi Kabupaten Tanggamus dan para tokoh literasi lokal. Suasana penuh semangat dan keceriaan tampak menyelimuti area acara, menjadi bukti nyata bahwa minat terhadap dunia literasi terus tumbuh subur di tengah masyarakat.

Kebanggaan tersendiri dirasakan oleh keluarga besar MIS Mathla’ul Anwar Landbaw, karena salah satu siswanya, Syifa Shauqi Lukmana, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 2 Lomba Mewarnai Tingkat SD se-Kabupaten Tanggamus. Dengan kreativitas dan semangat yang tinggi, Shauqi mampu menampilkan hasil karya yang memukau para juri dan peserta lainnya.

Kepala Madrasah MIS Mathla’ul Anwar Landbaw, Bapak Ahmad Ma’rus, S.Pd.I, mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih siswanya.


“Kami sangat mengapresiasi partisipasi guru dan murid dalam kegiatan literasi ini. Semoga keberhasilan Shauqi dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berkreasi, mencintai buku, dan menumbuhkan budaya membaca di lingkungan madrasah,” ujarnya.


Partisipasi MIS Mathla’ul Anwar Landbaw dalam Festival Literasi Kabupaten Tanggamus 2025 ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing tinggi melalui penguatan budaya literasi.

Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi wadah bagi para siswa untuk menyalurkan bakat serta menumbuhkan kecintaan terhadap literasi, demi mewujudkan Tanggamus yang gemar membaca, menulis, dan berkarya untuk masa depan yang lebih gemilang.
</description>
					                </item></channel>
  	</rss>