KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK DAN IMPLEMENTASINYA


KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK DAN IMPLEMENTASINYA

KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK DAN IMPLEMENTASINYA

Dalam dunia pendidikan tidak terlepas dari keberadaan seorang pendidik, baik di keluarga, disekolah maupun di masyarakat. Hal tersebut dikarenakan seorang pendidik memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pendidikan. Guru tidak hanya yang mengajar di sekolah saja. Tetapi setiap individu yang mengajarkan sesuatu yang belum kita ketahui dapat kita sebut sebagai guru. Guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter seorang anak. Dalam hal inii tentunya banyak aspek yang mempengaruhinya. 

Pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan mana yang salah dan mana yang benar, mana yang bisa dilakukan dan mana yang tidak. Pendidikan karakter yang paling utama adalah menanamkan pembiasaan tentang hal yang baik, tentang konsep benar dan salah sehingga anak menjadi faham dalam aspek kognitif, tertanam dalam hati dan perasaan dalam aspek afektif dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam aspek psikomotor.

Pengertian Karakter

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, karakter berarti sifat-sifat kejiwaan akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Karakter dapat dimaknai dengan keadaan asli yang ada dalam diri individu seseorang yang membedakan dirinya dengan orang lain.

karakter itu beda dengan watak. Watak adalah sifat bawaan yang cenderung menetap. Contoh watak seperti mudah marah, pemalu, supel/pandai bergaul dan sebagainya. Sedangkan karakter adalah hasil ukiran dari watak melalui proses pengalaman, pendidikan dan nilai-nilai moral yang diajarkan. Contoh karakter adalah jujur, disiplin, berani, takut dan sebagainya.

Menurut Islam, karakter disebut juga dengan akhlak/khulq yang mencakup prilaku, etika, sikap dan  moral seseorang yang berpedoman pada Al-qur’an dan Hadits yang mencakup karakter mulia (akhlaqul karimah) maupun akhlak tecela (akhlaqul madzmumah).

Kapan pendidikan karakter mulai diajarkan ?

Konsep pendidikan karakter mulai diajarkan kepada anak ketika anak sebagai individu yang baru lahir sudah mulai megenal orang lain, dimulai dari orang-orang yang ada disekitarnya. Tentunya ayah, ibu, kakak, kakek, nenek dan mungkin ada orang lain disekitarnya. Hal ini dikarenakan secara ruhaniyah, keturunan merupakan suatu faktor kuat yang dapat mempengaruhi karakter anak. Karena anak-anak akan berprilaku meyerupai orang terdekatnya.  

Ragam metode implementasi pendidikan karakter

Menanamkan pembiasaan baik itu tidaklah mudah, tentunya memerlukan waktu yang lama. Dalam menanamkan kebiasaan baik tidak cukup dengan kata-kata, tapi harus disertai dengan contoh prilaku yang dapat anak lihat lalu ditiru.

Dalam agama Islam, pendidikan karakter itu sangat penting, karena dengan pembiasaan itulah diharapkan anak dapat senantiasa mengamalkan ajaran agamanya. Pendidikan karakter disini menekankan pada pembiasaan anak mengamalkan ajaran agamanya secara individu maupun secara kelompok dalam kehidupan sehari-hari.

Ada beberapa ragam cara/metode mengajarkan pendidikan karakter pada anak, diantaranya adalah Pembiasaan. Pembiasaan adalah sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang agar nantinya menjadi suatu kebiasaan. Pembiasaan itu dimulai dari kecil. Pembiasaan itu adalah suatu aktivitas yang akan menjadi milik anak tersebut dikemudian hari. Sebagai contoh pembiasaan seperti yang Rasulullah SAW ajarkan kepara orang tua/pendidik agar mengajarkan kepada anaknya tentang shalat. “Suruhlah anak-anak kalian melaksanakan shalat dalam usia tujuh tahun, dan pukullah mereka apabila mereka meninggalkannya ketika mereka berumur sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka “ (HR. Abu Dawud).

Contoh-contoh pembiasaan seperti tersebut harus terprogram oleh seorang pendidik, agar kedepannya tidak perlu lagi diingatkan untuk melakukan hal kebaikan tersebut.

Selain dengan pembiasaan, pendidikan karakter juga dapat dilakukan dengan hiwar (percakapan). Sharing berbagi nasihat antara anak dengan pendidik, dengan qiswah (cerita) yang terjadi disekitar, dengan uswah (keteladanan), dengan mau’idah (nasihat) kebaikan, dan dengan targhib wa tarhib (menceritakan tentang janji dan ancaman) dalam hal ini adalah janji dan ancaman Allah terhadap hambanya yang meninggalkan kebiasaan yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah Swt.

Sebagai inti dari pendidikan karakter adalah membentuk pribadi yang berakhlak yang baik, menjadi manusia yang benar menuju kesempurnaan iman. Hal tersebut seperti sabda Rasulullah SAW “kaum muslimin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya diantara mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Wallahua’lam bisshowab

 

Penulis : YUSMIATI,S.Pd.I